Wastupurusamandala, Titik Suci di Candi Barong

Wastupurusamandala, Titik Suci di Candi Barong

Candi Barong diketahui memiliki area titik suci yang disebut Wastupurusamandala. Hal ini didasarkan pada keberadaan 9 kotak bujur sangkar di bawah candi sisi utara. Kotak bujur sangkar itu merupakan gambaran dari wastupurusamandala.

Menurut Stella Kramrisch kotak yang terletak di tengah merupakan tempat terpusatnya potensi gaib yang menguasai alam semesta atau Wastupurusamandala, sedangkan delapan kotak lainnya merupakan penjelmaan dewa mata angin.

Tentang Candi Barong

Candi barong merupakan salah satu candi Hindu yang berada di atas bukit Batur Agung yakni sektiar 199,27 meter di atas permukaan laut. Secara administratif candi ini berada di Dusun Candisari, Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan.

Klik di sini untuk membuka Google Maps

Keberadaan Candi Barong diketahui berdasarkan catatan Belanda yang disusun dalam ROD tahun 1915. Dalam catata tersebut, Candi Barong disebut dengan nama Candi Sari Sorogedug. Oleh masyarakat setempat Candi Sari Sorogedug lebih lazim disebut Candi Barong, lantaran terkait dengan adanya dekorasi Kala yang dalam bahasa Jawa diidentikan dengan barongan.

Di sekitar Candi Barong banyak dijumpai situs-situs candi Hindu dan Buddha. Semisal Candi Miri, Candi Dawangsari, Arca Ganesha, Situs Ratu Boko serta Candi Sumberwatu.

Klik di sini untuk menjelajahi Candi Barong lewat Virtual Tour

Situs Candi Barong ini dibangun sekitar abad 9-10 masehi yang kemudian ditemukan kembali pada awal abad 20 masehi dalam kondisi runtuh.

Candi Barong didirikan sebagai tempat pemujaan kepada Dewa Wisnu dan Dewi Sri. Dewa Wisnu merupakan salah satu Dewa Trimurti dalam agama Hindu yang berkedudukan sebagai Dewa Pemelihara. Sementara itu Dewi Sri merupakan salah satu Cakti Dewa Wisnu, dianggap sebagai Dewi Padi dalam kehidupan masyarakat Jawa.

Pemujaan kepada Dewa Wisnu dan Dewi Sri terkait dengan kehidupan masyarakat pada waktu itu yang sebagian besar menggantungkan hidupnya pada hasil pertanian. Oleh karena kondisi lingkungan sekitar yang tandus, maka pemujaan terhadap Dewa Wisnu dan Dewi Sri dimaksudkan untuk mendatangkan berkah kesuburan sehingga dapat memberikan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Arsitektural Candi Barong

Secara arsitektural, Candi Barong memiliki keunikan dibandingkan dengan candi-candi lain di kawasan Prambanan.

Keunikan itu terlihat dari penataannya yakni memusat ke belakang. Hal ini tidak lazim karena pada umumnya penataan candi periode Jawa Tengah bersifat memusat ke tengah seperti Candi Prambanan dan Candi Sewu. Penataan yang memusat ke belakang ini juga dijumpai pada situs Candi Ijo yang berada tak jauh dari Candi Barong.

Candi Barong terbagi atas 3 halaman yakni halaman I yang terdapat dua buah candi. Kemudian halaman II dan III yang tidak dijumpai bangunan.

Hanya di sisi timur terdapat pagar terluar yang pada waktu ditemukan dalam posisi terkubur tanah.

Bangunan utama Candi Barong adalah dua buah candi di teras I. Dua buah candi tersebut berukuran 8,18 meter x 8,18 meter, dengan tinggi 9.05 meter. Upaya pemugaran Candi Barong telah dimulai sejak tahun 1987, diawali dengan memugar candi di sisi utara. Ketika dilakukan pembongkaran batu-batu candi di sisi utara, diketahui jika di bawah bangunan candi terdapat 9 kotak bujur sangkar yang merupakan gambaran dari wastupurusamandala.

Menurut Stella Kramrisch kotak yang terletak di tengah merupakan tempat terpusatnya potensi gaib yang menguasai alam semesta, sedangkan delapan kotak lainnya merupakan penjelmaan dewa mata angin.

Kedua candi induk di Candi Barong purna selesai dipugar pada tahun 1992 yang kemudian dilanjutkan dengan pemugaran talud dan pagar.

Selama masa pemugaran tersebut telah ditemukan sejumlah temuan arkeologis yang di antaranya adalah arca Dewa Wisnu sebanyak dua buah, arca Dewi Sri dua buah, dua buah arca belum selesai, serta satu buah Arca Ganesha. Selain itu juga ditemukan kotak-kotak peripih dari bahan batu andesit dan batu putih.

Di dalam salah satu peripih tersebut ditemukan lembaran-lembaran tipis perak dan emas. Lembaran emas di atasnya digoreskan tulisan, tetapi sudah tidak dapat dibaca. Selain itu juga ditemukan sejumlah peralatan rumah tangga seperti mangkuk keramik, guci, kapak serta sendok. (Disadur dari papan informasi Candi Barong)

admin

Suka jalan-jalan, jatuh cinta pada gunung dan pantai. Penasaran dengan semua hal yang berbau sejarah dan arkeologi. #FullTimeWorker, #MoonLighter #RemoteJob #DigitalMarketing #Journalist #Happy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *