Mengenal Candi Sambisari, Candi yang Tertimbun Material Merapi

Mengenal Candi Sambisari, Candi yang Tertimbun Material Merapi

Candi Sambisari memiliki jejak kebencanaan yang sangat menarik untuk diulas. Terutama karena hal ini didasarkan pada fakta bahwa candi yang berada di Purwomartani, Kalasan, Sleman ini kali pertama ditemukan tertimbun lapisan tanah material merapi setebal 6,5 meter. Pelapisan itu diduga kuat merupakan material vulkanik hasil letusan besar di masa silam yang diperkirakan terjadi pada tahun 1006.

Bukti timbunan lapisan ini pun masih bisa disaksikan hingga sekarang.

Jika Anda mengunjungi candi ini, maka Anda akan melihat bahwa Candi Sambisari berada seperti di areal cerukan. Dengan lantai tanah yang lebih rendah dibandingkan dengan area di sekitarnya.

Dasar tanah yang dalam itu merupakan lapisan tanah asli di area kawasan candi di masa silam. Sementara lapisan yang ada sekarang adalah lapisan tanah hasil dari sedimentasi material letusan Gunung Merapi.

Bisa Anda bayangkan, seberapa dahsyat letusan tersebut sehingga menghasilkan lapisan tanah dengan kedalaman hingga 6,5 meter. Atau pertanyaan lainnya, berapa kali letusan merapi kah hingga membuat lapisan sedalam itu?

Sejarah Penemuan

Adapun Candi Sambisari sendiri ditemukan pertama kali oleh seorang petani yang sedang mencangkul lahan pertaniannya pada tahun 1966. Kala itu, secara tak sengaja cangkul miliknya membentur benda keras yang belakangan diketahui merupakan batuan candi.

Temuan ini kemudian dilaporkan kepada Kantor Arkeologi di Prambanan. Selanjutnya, dilakukan sterilisasi area yang diduga merupakan area candi tersebut.

Hingga akhirnya diketahui bahwa memang kemungkinan besar ada candi di area tersebut.

Pihak kantor arkeologi kemudian mulai melakukan proses penggalian dan rekonstruksi yang selesai di tahun 1987.

Gaya Arsitektur Candi Sambisari

Berdasarkan gaya arsitektur dan bentuk ornamennya, Candi Sambisari memiliki kemiripan seperti Candi Prambanan yang berlatar belakang keagamaan bersifat siwaistis.

Terdapat patung-patung dewa Hindu dan terdapat lingga dan yoni di dalam candi utama. Sebagai informasi, Lingga adalah salah satu perwujudan dari Dewa Siwa, sementara Yoni adalah perwujudan dari Sakti (Istri Siwa).

Selain itu, ada pula patung Durga Mahisasuramardhini di bagian Utara candi, patung Ganesha di sebelah timur, Agastya di bagian selatan serta Mahakala dan Nandiswara sebagai penjaga pintu.

Di depan candi induk terdapat tiga buah candi perwara. Perwara tengah berukuran 4,9 meter x 4,8 meter, perwara utara dan selatan berukuran 4,8 meter x 4,8 meter.

Candi Sambisari sendiri secara keseluruhan dikelilingi oleh pagar tembok dari batu putih 50 x 48 m. pada masing-masing sisi pagar terdapat pintu masuk, akan tetapi pintu masuk sebelah Utara ditutup.

Pada halaman pertama terdapat 8 buah lingga semu yang terletak di delapan arah mata angin, disisi luar pagar keliling terdapat teras selebar 8 m dengan tangga naik di keempat sisinya.

Untuk diketahui bahwa titik pusat kompleks candi berada di sebelah Selatan tanggga masuk. (*/JOGJA360.net)

Sumber : BPCB DIY

admin

Suka jalan-jalan, jatuh cinta pada gunung dan pantai. Penasaran dengan semua hal yang berbau sejarah dan arkeologi. #FullTimeWorker, #MoonLighter #RemoteJob #DigitalMarketing #Journalist #Happy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *