Mengunjungi Bunker Jepang di Museum Pusat TNI AD Dharma Wiratama

Mengunjungi Bunker Jepang di Museum Pusat TNI AD Dharma Wiratama

Pernakah kamu membayangkan ada Bunker Perwira Jepang di tengah Kota Yogya? Cobalah berkunjung ke Museum Pusat TNI AD Dharma Wiratama. Ya museum yang berada di Jalan Jenderal Sudirman ini menyajikan ribuan koleksi perjalanan bangsa. Dari mulai terbentuknya laskar-laskar rakyat dan cikal bakal lahirnya TNI. Hingga berbagai dokumentasi palagan yang terjadi di Indonesia, dan kiprah TNI / TNI AD baik itu di dalam maupun di luar negeri.

Kamu juga bisa menyaksikan berbagai peninggalan sejarah mulai dari senjata, hingga alutsista berat yang tersimpan di halaman museum. Semisal Tank Stuart MK I buatan USA. Tank Ini pernah digunakan dalam operasi penumpasan pemberontakan DI/TII pada tahun 1950 dan PKI tahun 1965 di Jawa Tengah.

Ada juga Meriam Bofors buatan Swedia tahun 1901. Meriam kaliber 7,5cm ini pernah digunakan dalam menumpas pemberontakan ARPA Bandung, pada Februari 1950. (GOM II, dan RMS di Maluku pada 1950 GOM IV).

Satu lagi yang menarik, kamu juga akan menemukan bunker tempat para perwira Jepang berlindung ketika terjadinya agresi militer. Jika dilihat, tentu saja bunker ini berada di tengah Kota Yogyakarta.

Bunker ini berada di bagian belakang museum.

Lebih enak jika kamu menyusuri terlebih dahulu seluruh areal museum. Begitu selesai, langkahan kaki ke pintu keluar kemudian susuri hingga ke bagian belakang.

Di bagian belakang inilah kamu akan menemukan bunker sedalam sekitar 2 meter.

Bentuknya mirip lorong dengan arsitektur kokoh.

Cukup nyaman dan juga terasa sangat sejuk. Apalagi di dalamnya terdapat kursi kayu di kanan dan kiri.

Dulunya, bunker ini digunakan para pejabat militer Jepang atau kalangan perwira ketika terjadi agresi militer.

Mereka berlindung di dalam bunker ini untuk menghindari dari serangan para pejuang kemerdekaan Indonesia.

Bunker ini masih terjaga hingga sekarang.

Kamu pun bisa mengunjungi kapan saja, sepanjang masih dalam jadwal operasional Museum TNI AD.

Jika bingung, kamu pun bisa bertanya kepada patugas yang akan menceritakan kamu berbagai koleksi secara jelas.

Nah, bagi kamu yang penasaran, kamu juga bisa menyaksikan virtual tournya berikut ini :

>>> Masuk VIRTUAL TOUR Museum Pusat TNI AD Dharma Wiratama <<<

Tentang Museum Pusat TNI AD Dharma Wiratama

Museum Pusat Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat Dharma Wiratama adalah museum khusus yang mendokumentasikan bakti prajurit TNI Angkatan Darat.

Keberadaan museum ini telah digagas sejak tahun 1956. Tujuannya yaitu untuk mengenang perjuangan dan pengabdian TNI AD, sesuai dengan nama Dharma Wiratama yang memilik arti pengabdian luhur. Museum berdiri dan disahkan pada tanggal 8 September 1968.

Pada tanggal 17 Juni 1968 Museum Dharma Wiratama dipindahkan ke gedung bekas kediaman dinas Jenderal Sudirman. Seiring perkembangannya penggunaan gedung tersebut dianggap tidak memadai lagi. Gedung tersebut kemudian dialih fungsikan menjadi Museum Sasmitaloka. Sementara Museum Dharma Wiratama dipindahkan ke Gedung Markas Korem dan diresmikan kembali pada 17 Juli 1982.

Makorem 072/Pmk VII/Diponegoro yang diabadikan menjadi gedung Museum Dharma Wiratama ini mempunyai riwayat yang cukup panjang. Di masa pemerintahan Hindia Belanda, gedung utama yang luasnya 1.564 m2 merupakan tempat tinggal pejabat/adminitratur perkebunan Belanda di daerah Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Dengan jatuhnya pemerintahan Hindia Belanda kepada Jepang pada masa perang pasifik tahun 1942, maka gedung tersebut kemudian dipakai sebagai kediaman residen Jepang atau Syukodan di daerah Yogyakarta.

Selanjutnya setelah era Proklamasi Kemerdekaan, gedung ini mencatat beberapa peristiwa penting yang terjadi di gedung tersebut, antara lain ;

  1. Gedung ini pernah digunakan sebagai Markas Tertinggi TKR (MBT)
  2. Di gedung ini pula Letjen Urip Sumoharjo untuk pertama kalinya menyusun Markas Besar TKR. Yakni Angkatan Perang Republik Indonesia, yang kemudian hari tumbuh menjadi Tentara Nasional Indonesia.
  3. Dari markas inilah, untuk pertama kali terpancar kesatuan komando ke seluruh wilayah Indonesia. Ini dilakukan dalam rangka mempertahankan kemerdekaan Indonesia yang mulai terancam oleh tentara Belanda.
  4. Konferensi TKR yang diselenggarakan pada tanggal 12 Nopember 1945. Di konferensi ini untuk pertama kalinya Republik Indonesia mempunyai pucuk pimpinan tertinggi angkatan perang. Adapun yang terpilih sebagai Panglima Besar pada konferensi tersebut adalah Kolonel Sudirman, Komandan Divisi V Kedu/Banyumas dengan pangkat jenderal.
  5. Di markas tertinggi TKR tersebut Jenderal Sudirman memimpin perlawanan menentang penjajah. Kepala Staf Umum Letnan Jenderal Urip Sumoharjo yang meletakkan dasar organisasi Tentara Nasional Indonesia.

Di samping itu sewaktu digunakan sebagai Makorem 072/PMK, gedung ini juga menjadi saksi dari kebiadaban G30 s/PKI di Yogya pada tahun 1965. Terutama tindakan kekerasan G.30S/PKI terhadap Kepala Staf Korem 072/Pmk Letkol Inf Sugiyono. Dari gedung ini Kasrem 072/Pmk diculik dan akhirnya dibunuh secara kejam di luar batas kemanusiaan. Sementara Danrem 072/dan Kolonel Inf Katamso Dharmokusumo diculik dari rumah dinasnya oleh G.30 S/PKI dari oknum Yon L di asrama Yon L Kentungan, Yogyakarta. Kedua perwira menengah ini gugur sebagai pembela Pancasila, dan Sapta Marga. Mereka kemudian dikenal sebagai Pahlawan Revolusi, seperti halnya para perwira tinggi dan perwira lainnya yang gugur di Jakarta.

Dari beberapa catatan peristiwa sejarah yang telah terjadi di gedung tersebut sejak masa perang kemerdekaan di tahun 1945 hingga sekarang, maka jelaslah bahwa gedung Museum Dharma Wiratama yang berada di Jalan Jenderal Sudirman 75 Yogyakarta telah mencatat sejarah yang cukup mengesankan khususnya bagi generasi penerus untuk disimak dan diresapi.

Koleksi Museum

Adapun benda-benda koleksi museum mencapai 4.236 buah yang dikelompokkan dalam ruang-ruang tertentu. Ruang-ruang tersebut antara lain Ruang Palagan yang memajang koleksi senjata dan perlengkapan yang digunakan saat 8 palagan besar di Indonesia. Meliputi Ruang Panji-panji yang memajang koleksi bendera Kesatuan TNI AD untuk berbagai keperluan, Ruang Gamad yang memamerkan seragam Angkatan Darat beserta atributnya, Ruang Tanda Jasa yang menampilkan beragam Bintang Jasa sebagai pengakuan dan penghargaan atas jasa para prajurit, dan ruang-ruang lainnya dengan total 20 ruangan.

Rincian ruangan

  1. Halaman Depan
    Di halaman depan terdapat 5 Tank, 2 Tank Stuart buatan Amerika dengan kaliber 37 mm, 2 Tank AMX dan 1 tank Ambulance. Disebelah barat terdapat Meriam Bofors buatan Swedia tahun 1901 dengan kaliber 7,5 cm. Untuk di depan pintu masuk area Loby terdapat 2 meriam masing-masing berkaliber 37 mm buatan Amerika dan kaliber 75mm buatan Jepang. Dibelakang aula terdapat pula bunker/ruang bawah tanah buatan Jepang.
  2. Area Loby
    Di sini dipamerkan koleksi museum berupa deretan lukisan dan foto pejabat Kasad I sampai dengan sekarang, lima senjata Galil Special Rifle dan mural awal terbentuknya TNI/TNI AD serta dilengkapi dengan multimedia Digital Book yang menjelaskan gambaran umum museum TNI AD Dharma Wiratama.
  3. Area Ruang Pamer Koleksi Pangsar Jenderal Sudirman
    Ruang ini merupakan gambaran nyata ruang kerja Pangsar Jenderal Sudirman saat menjabat sebagai Panglima TKR. Di ruang ini dipamerkan kursi dan meja kerja, kursi dan meja tamu, pesawat telepon, patung Ω badan serta foto-foto Pangsar Jenderal Sudirman, juga dilengkapi grafis dan multimedia Digital Book Biografi Pangsar Jenderal Sudirman.
  4. Area Ruang Pamer Koleksi Letnan Jenderal Oerip Sumoharjo
    Ruang ini merupakan gambaran nyata ruang kerja Letnan Jenderal Oerip Sumoharjo saat menjabat sebagai Kepala Staf TKR. Di ruang ini dipamerkan kursi dan meja kerja, kursi dan meja tamu, pesawat telepon, patung Ω badan serta foto-foto Letnan Jenderal Oerip Sumoharjo, juga dilengkapi grafis dan multimedia Digital Book biografi Letnan Jenderal Oerip Sumoharjo
  5. Area Ruang Pameran Awal terbentuknya TNI dan 8 Palagan
    Ruangan ini dilengkapi dengan multimedia Holoscreen Virtual Display Selamat Datang yang memberikan gambaran tentang kondisi tata pameran koleksi museum berupa teknologi hologram. Ruang ini juga menjelaskan sejarah lahirnya TNI/TNI AD mulai dari KNIL, PETA, BKR, TKR, TRI dan TNI yang digambarkan dengan diorama menarik.
  6. Area Palagan Semarang
    Area Palagan Semarang menjelaskan kronologi serta peristiwa Palagan Semarang yang memamerkan beberapa senjata yang dipergunakan pada peristiwa Palagan Semarang yaitu Senapan Ariska, Pedang Polisi bersarung, Pedang Samurai bersarung, Mortir 5, Meriam dan senjata yang pernah digunakan pejuang Indonesia dalam pertempuran 5 hari di Semarang. Dilengkapi infografis, Relief, diorama tentang peristiwa Palagan Semarang serta peta penyerangan. Selain itu juga terdapat peta 8 Palagan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
  7. Area Palagan Surabaya
    Menggambarkan peristiwa Palagan Surabaya didukung infografis, foto, Relief, diorama dan beberapa senjata yaitu Keris yang dipergunakan Kapten Abdul Kadir, Senapan Hosquarna kaliber 9,7 mm, Helm baja dan Mitralieuse Automatique Hotchkiss yang dipakai saat peristiwa tersebut terjadi.
  8. Area Weapon Box
    Ini merupakan salah satu koleksi unggulan Museum TNI AD Dharma Wiratama yang merupakan kumpulan dari berbagai jenis senjata yang pernah digunakan oleh para tentara saat memperjuangkan, mempertahankan dan mengisi kemerdekaan. Terdiri dari 759 senjata dan 294 amunisi. Weapon box ini tergolong unik karena hanya ada 3 negara yang memiliki koleksi weapon box yaitu Indonesia, Jerman dan Kanada. Di sebelahnya terdapat display sergama TKR ini adalah gambaran tentang jenis-jenis seragam yang dahulu dipergunakan oleh para tentara TKR saat bertugas maupun saat menyamar. Koleksi seragam asli terlipat rapi di vitrin.
  9. Area Multimedia Interaktif Book Video Mapping 8 Palagan
    Area ini berada di dalam weapon box, merupakan sebuah interactive book yang menceritakan tentang peristiwa 8 palagan di Indonesia. Ketika kita membuka buku ini maka sensor akan merekam kemudian akan menampilkan video yang menceritakan peristiwa yang ada di halaman tersebut. Sangat menarik karena dilengkapi audio visual yang jelas menggambarkan peristiwa palagan mempertahankan kemerdekaan.
  10. Area Palagan Ambarawa
    Area ini menggambarkan kronologi peristiwa Palagan Ambarawa. Ruangan ini memamerkan beberapa senjata yang dipergunakan pada peristiwa Palagan Ambarawa yaitu PSU (Penangkis Serangan Udara), Senapan Sten kaliber 9 mm, granat Gombyok, Seanapan Lantak Kecepek Ri dan Mitraileur Hotchkiss. Dilengkapi infografis peristiwa palagan ambarawa, Relief, peta pergerakan, diorama tentang peristiwa Palagan Ambarawa.
  11. Area Palagan Bandung
    Area ini menggambarkan kronologi peristiwa Palagan bandung yang memamerkan beberapa senjata yang dipergunakan pada peristiwa Palagan Bandung yaitu Senapan Mouser cal 7,92 mm, Pedang Klewang bersarung dan Mortir Ri kaliber 6 mm. Dilengkapi infografis peristiwa palagan Bandung, Relief, peta pergerakan pasukan, diorama tentang peristiwa Palagan Bandung.
  12. Area Palagan Medan
    Area ini menggambarkan kronologi peristiwa Palagan Medan memamerkan beberapa senjata yang dipergunakan pada peristiwa Palagan Medan yaitu Senapan Le cal 7,7 mm, Pedang samurai bersarung, Samurai, Rencong, Senapan Lantak Ri, Senapan Carbine Steyer dan Senapan Le cal 7,7 mm serta Transmisi Radio yang dipergunakan pemerintah daerah Medan untuk menyiarkan kemajuan gerak pasukan APRI. Dilengkapi info grafis, peta pergerakan, Relief, diorama tentang peristiwa Palagan Medan.
  13. Area Palagan Bali
    Area ini menggambarkan kronologi peristiwa Palagan Bali yang memamerkan beberapa senjata yang dipergunakan pada peristiwa Palagan Bali yaitu Pedang, Keris bersarung juga Bendera TH, Bendera DPRI serta patung badan I Gusti Ngurah Rai. Dilengkapi info grafis, Relief, diorama tentang peristiwa Palagan Bali. Pada area ini juga ditempatkan Teknologi Hologram Cheoptik 8 Palagan yang bisa diakses langsung oleh pengunjung.
  14. Area Palagan Palembang
    Ruangan ini menggambarkan kronologi peristiwa Palagan yang didukung infografis, peta pergerakan, Relief, diorama dan koleksi senjata yaitu Keris Sumatera, PM Thompson cal 4,5 mm, dan Meriam Kecepek.
  15. Area Pameran Alat Komunikasi
    Area ini menjelaskan alat-alat komunikasi yang pernah dipergunakan pada masa perang kemerdekaan antara tahun 1945 sampai dengan 1950. Alat-alat komunikasi ini banyak membantu para pejuang dalam mempertahankan kemerdekaan 17 Agustus 1945. Dilengkapi info grafis dan koleksi asli berupa transmisi radio madiun.
  16. Area Palagan Makasar
    Ruangan ini menjelaskan peristiwa Palagan Makasar didukung infografis, Relief, diorama dan koleksi asli senjata Karabin Jepang kaliber 6,5 mm, Pedang Polisi, Bendera Segitiga dan surat wasiat Robert Wolter Monginsidi serta patung Ω badan Robert Wolter Monginsidi.
  17. Area Serangan Umum 1 Maret 1949
    Menjelaskan peristiwa serangan umum 1 Maret 1949 yang pada masa menghadapi agresi militer Belanda II dilancarkanlah operasi serangan militer yang cukup merepotkan Belanda. Didukung info grafis dan koleksi asli yaitu alat minum dan lampu yang dipergunakan komandan Wehrkreise III Divisi III Letkol Soeharto (mantan Presiden RI), meja kursi yang dipergunakan Panglima MBKD Kolonel A.H Nasution dan Kentongan sebagai alat komunikasi yang dipergunakan oleh Batalyon X Divisi III. Diarea ini ditempatkan multimedia Digital Book yang isinya menjelaskan kepada pengunjung tentang Serangan Umum 1 Maret 1949.
  18. Area Markas Pejuang
    Menjelaskan suasana markas pejuang yang pernah dipergunakan pada masa Perang Kemerdekaan meliputi dapur umum dan ruang kesehatan. Dipamerkan alat-alat kesehatan yang dipergunakan antara tahun 1945 s.d 1950 Dr. Irsan dan Dr. Mustopo juga peralatan memasak tradisional seperti kukusan, dandang, kekep, bakul, tenggok dll. Di dalam ruangan ini terdapat permainan Augmented Reality Markas Pejuang dan Dapur Umum yang dapat dimainkan oleh pengunjung. Augmented Reality ini adalah salah satu permainan yang dapat dilakukan oleh pengunjung untuk mencoba berinteraksi dengan markas pejuang dan dapur umum saat perjuangan. Pengunjung cukup berdiri di dalam box dan menggerakkan tangan sesuai instruksi sehingga pengunjung akan tampil di dalam layar yang tersedia. Lokasi augmented reality berada di ruang markas pejuang dan dapur umum.
  19. Lorong Operasi-operasi TNI AD
    Memamerkan koleksi senjata operasi penumpasan pemberontakan serta helm juga dilengkapi info grafis tentang Gerakan Opersai Militer (GOM) I s.d VII tahun 1948 s.d 1953, penumpasan PGRS/PARAKU, operasi militer perang Trikora, operasi militer perang Dwikora, perkembangan organisasi TNI AD, keutuhan TNI AD. Dilengkapi multimedia Digital Book.
  20. Ruang Lambang-Lambang Satuan
    Memamerkan koleksi Lambang-lambang Kotama TNI AD dan Balakpus TNI AD, Tanda Pangkat TNI AD periode 1947 ñ 1993, Gamad prajurit pria serta Gamad Kowad yang disusun rapid an menarik dalam vitrin.
  21. Ruang Koleksi Pahlawan Revolusi
    Memamerkan koleksi pakaian seragam serta perlengkapannya Pahlawan Revolusi, koleksi piagam dan tanda jasa TNI AD, Browning Machine Gun 50, Tape recorder yang dipergunakan utk merekam pidato Pangkostrad pada saat penggalian jenazah pahlawan revolusi dan pidato sambutan menko Hankam/Kasab Jenderal A.H Nasution pada upacara pelepasan jenazah pahlawan revolusi. Dilengkapi multimedia Video Mapping operasi-opersai TNI AD yang dapat diakses oleh pengunjung.
  22. Ruang Memorial Pahlawan
    Ada koleksi pakaian seragam dan benda-benda bersejarah yang dipergunakan Letjen Gatot Subroto (Deputi Kasad utk Kepala Polisi Militer dan Gubernur Militer 1948), patung badan Gatot Subroto, info grafis Jenderal Gatot Subroto, patung badan Jenderal A.H Nasution, patung badan Jenderal A.Yani, info grafis Brigjen Katamso dan Kolonel Sugiyono, Pakaian Dinas upacara besar Jenderal A.H Nasution, Senapan Mesin Ringan Tank Buck, dan koleksi sepeda yang berhasil disita sebagai barang bukti kegiatan pemuda rakyat dalam menyebarkan paham komunis di Klaten (Jateng).
  23. Ruang Peran TNI AD Masa Kini ( Dalam Negeri )
    Info Grafis tentang peran TNI AD dalam penumpasan Organisasi Papua Merdeka (OPM), Latihan Tempur Kodiklat TNI AD, Operasi Militer Seroja, Operasi Militer di Aceh, Penangkapan Teroris Santoso. Info Grafis tentang Operasi Militer Selain Perang (OMSP) yaitu Program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD), Kegiatan Teritorial, Kegiatan Patok Perbatasan Koleksi senjata Tanpa Tolak Balik (STTB), Senapan Mesin Ringan Gurynov Sg-43, Penyembur Api.
  24. Ruang Memorial Pahlawan
    Info Grafis Mayor Sunaryo, Mayor Kusmanto, Letkol Ignatius Slamet Riyadi, patung badan Letkol I Slamet Riyadi, Meja dan kursi tamu Letkol I Slamet Riyadi dan koleksi potongan-potongan senjata M16, AK, Colt, P1 Pindad, Tokarev yang menjadi simbol demiliterisasi oleh Tim AMM (Aceh Monitoring Mission) sebagai tindak lanjut perjanjian Helsinki tanggal 15 Agustus 2005 antara pemerintah RI dengan GAM.
  25. Ruang Peran TNI AD Masa Kini ( Luar Negeri )
    Infografis tentang peran TNI AD dalam Operasi Woyla, Kontingen Garuda I s.d VII, tahun 1956 s.d 1975, Indonesia Pace and security center ( IPSC ), Civil Military Coordination ( CIMIC ) dan koleksi bendera merah putih yang pertama kali berkibar di PBB, dan bendera Negara Kongo, Kursi dan Tempat Obor Keutuhan TNI.
  26. Ruang Photo Booth
    Disini pengunjung dapat melakukan rekayasa karakter menjadi adegan menjadi seorang prajurit di daerah latihan maupun suasana sebenarnya diruang museum, pengunjung dapat berfoto dan file foto secara otomatis tersimpan dalam galeri serta file foto dapat diambil (download) melalui media android. Di ruang ini juga dilengkapi koleksi Mortir 81 Model M.1, Mortir 81.

admin

Suka jalan-jalan, jatuh cinta pada gunung dan pantai. Penasaran dengan semua hal yang berbau sejarah dan arkeologi. #FullTimeWorker, #MoonLighter #RemoteJob #DigitalMarketing #Journalist #Happy

Leave a Reply

Your email address will not be published.