Candi Plaosan : Bukti Harmonisnya Kehidupan Beragama

Candi Plaosan : Bukti Harmonisnya Kehidupan Beragama

Candi Plaosan merupakan bukti nyata bagaimana agama bisa hidup berdampingan dan harmonis di masa silam. Hal ini dibuktikan dengan proses pembangunan Candi Plaosan yang diketahui diprakarsai oleh Sri Kahulunnan atau Pramowardhani yang beragama Buddha dibantu oleh Rakai Pikatan yang beragama Hindu, yang juga merupakan suaminya.

Tentang Candi Plaosan

Kompleks Candi Plaosan berada di Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Candi ini terbagi atas dua kompleks yakni Plaosan Lor dan Plaosan Kidul. Keduanya berada di lokasi yang berdekatan.

Pemisahan ini terjadi lantaran di antara kedua kompleks candi, terdapat jalan raya. Namun terdapat temuan parit yang mengelilingi kompleks Candi Plaosan Lor dan Plaosan Kidul, yang mengasumsikan bahwa kedua kompleks itu merupakan satu kesatuan yakni kompleks Candi Plaosan.

Dulunya, Candi Plaosan ini merupakan tanah perdikan yang memerlukan dukungan dari wilayah di sekitarnya. Salah satu kebutuhannya adalah kebutuhan pangan yang didukung dari pesawahan di sekitarnya. Sampai sekarang, lingkungan persawahan ini masih ada di kompleks Candi Plaosan.

Secara arsitektur, Candi Plaosan ini merupakan sebuah kompleks percandian yang terdiri atas dua bangunan induk yang dikelilingi oleh 6 Candi Patok, 58 Candi Perwara dan 116 Stupa Perwara serta 1 bangunan Mandapa.

Pada beberapa candi perwara ditemukan tulisan-tulisan pendek yang memberikan indikasi bahwa bangunan tersebut merupakan sumbangan dari bawahan raja.

Harmonisnya Kehidupan Beragama

De Casparis mengatakan bahwa Kompleks Candi Plaosan didirikan pada pertengahan abad ke-9 Masehi, yakni antara tahun 825 – 850 M. Pendapat Casparis ini didasarkan dari data prasasti, gaya seni dan arsitektur Candi Plaosan. Dikatakan pula bahwa candi dibangun oleh raja putri dari Dinasti Syailendra yang bergelar Sri Kahulunnan, dibantu oleh Rakai Pikatan dari Dinasti Sanjaya.

Sri Kahulunnan adalah ratu yang berasal dari Dinasti Syailendra penganut agama Buddha yang disamakan dengan Pramodaawardhani. Berdasarkan prasasti Karangtengah tahun 824 masehi dapat diketahui bahwa Pramodawardhani adalah anak Raja Samartungga yang membangun Candi Mendut (Venuvana) pada tahun 1812 M, yang dalam pembangunannya dibantu oleh raja penganut agama Hindu bernama Rakarayan Patapan Pu Palar yang disamakan dengan Rakai Garung.

Hal itu serupa dengan pembangunan Candi Plaosan yang diprakarsai oleh Sri Kahulunnan atau Pramowardhani yang beragama Buddha dibantu oleh Rakai Pikatan yang beragama Hindu, yang juga merupakan suaminya. (*/via BPCB Jateng)

admin

Suka jalan-jalan, jatuh cinta pada gunung dan pantai. Penasaran dengan semua hal yang berbau sejarah dan arkeologi. #FullTimeWorker, #MoonLighter #RemoteJob #DigitalMarketing #Journalist #Happy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *